Postingan

Sampah

Gambar
"Ambil lagi gelas plastikmu." "Kenapa?" "Ini jalan. Bukan tempat sampah." "Ya habis tak disediakan tempat sampah." "Paling tidak, kamu masih bisa menyimpannya sebentar sampai kita bertemu tempat sampah." "Yang lain juga buang sampah sembarangan, kok. Repot amat kita harus nyari tempat sampah." "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya (1). Tumbuhan dan hewan sudah berusaha menyeimbangkan alam, loh. Alloh sudah memperbaiki alam lewat mereka. Masak kita, manusia yang mengaku berakal, mau merusaknya lagi hanya karena orang lain melakukan hal yang sama?" "Ah, kan nanti juga ada tukang sapunya? Kalo aku buang sampah di tempat sampah, nanti dia nggak dapet kerjaan. Jadi sebenernya aku ini bantuin mereka. "Bantuan itu meringankan, bukan menambah pekerjaan. Tanpa ada sampahmu, mereka tetap harus membersihkan dedaunan yang berguguran, kok. Alloh sudah menjam...

Contraflow

Gambar
Kamu yang semenjak tadi hanya memandangi bentangan jalan di depan, tiba-tiba menoleh sewaktu sebuah motor berhenti di sisi kananmu. Kamu lantas menurunkan jendela. "Mas, itu area contraflow," katamu padanya. Laki-laki yang ada di atas motor itu hanya melirikmu. Tapi tak juga dia memindahkan motornya untuk masuk ke dalam area marka garis melintang utuh. Padahal sebenarnya dia masih bisa masuk ke barisan motor yang ada di depan kita. "Maju aja, Mas. Masuk ke situ. Masih ada tempat dan lebih aman," katamu lagi padanya. Kali ini dia pura-pura tak mendengarmu. Kedua matanya menatap lampu lalu lintas yang masih menyalakan warna merah. "Bahaya kalo di situ, mas. Nanti kalo tiba-tiba bus yang punya jalur dateng, mas bisa ketabrak. Mending maju aja," katamu lagi. Dia tak bergeming. "Mas nggak kasihan sama istrinya yang di boncengan? Ini mas melanggar undang-undang loh. Mas sudah membahayakan orang lain. Bagaimana juga nanti mas akan mempertan...

Pemalu

Gambar
"Tak menyangka ya sudah tujuh tahun kamu menikah?" tanyaku padanya. Sahabatku. "Mengapa tak menyangka?" "Jujur saja. Aku memang tak yakin kamu bahagia dengan keputusanmu dulu: bersedia dinikahi oleh laki-laki yang baru kau kenal dua bulan. Itu pun kau hanya mendengar cerita tentang dia dari teman-teman dan keluarganya. Kamu dengannya hanya bertemu beberapa kali saja. Setiap bertemu hanya bercakap-cakap saja. Tak ada momen mesra." Dia tersenyum. "Kau mencintainya?" tanyaku. Pertanyaanku hanya dijawab dengan senyuman. "Apa memangnya yang menarik dari dia sampai akhirnya kau bisa bertahan sebegini lama?" "Banyak," katanya. "Tapi yang kusuka, dia itu seperti matahari sewaktu langit agak mendung seperti ini." Aku menoleh padanya. "Dia itu lelaki hebat. Tapi dia pemalu. Sama seperti matahari itu." "Pemalu? Mana mungkin dia pemalu?" Cemoohku. "Sedangkan baru melihatmu sekali ...

Tamu

Gambar
"Jangan cemberut kalo ada tamu," tegurnya. . "Aku lagi ga mood," jawabku sambil mengangkati gelas-gelas kotor dari atas meja. . "Ya walaupun lagi ga mood, usahakan menyembunyikan ga moodmu itu kalo di depan tamu." . "Ya tergantung tamunya. Kalo tamunya nyenengin mah bisa-bisa aja." Aku mengangkut gelas-gelas itu ke dapur. . "Usahakan bisa." . "Buat apa? Toh dia ke sini juga cuma kalo ada maunya aja. Kalo butuh aja. Kalo nggak, kan nggak juga pernah ke sini." . "Malah bagus, dong. Artinya dia menganggap kita bisa diandalkan." . "Ya tapi kan ngeselin. Bikin males," jawabku dari dapur, dari depan bak cuci piring, mulai mencuci gelas-gelas yang tadi dia pakai bersama tamunya. . Dia menyusulku ke dapur, berdiri di sampingku, menatapku. . "Apa?" tanyaku. . "Ayolaah.. Bisa ya? Ya?" . Aku meliriknya. . “Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendakla...

Baper

Gambar
Landmark Kota Ternate, Maluku Utara "Tau rasa!" katanya dengan kedua mata menatapi layar ponsel. "Apa?" tanyamu yang sedang melangkah di sisinya. "Nih. Manusia ini nih yang habis bikin status ngejelek-jelekin pelayanan. Sekarang bikin status lagi minta maaf." Dia menunjukkan layar ponselnya padamu. "Kok malah tau rasa? Bukannya bagus?" "Ya minta maafnya kan setelah heboh sampe ke tingkat direktur perusahaan." "Ya paling ga kan dia masih ada itikat baik buat minta maaf." "Iyaa.. Buat pelajaran juga biar ga macem-macem, ga komen sembarangan. Ga ngejelek-jelekin pelayanan. Udah syukur dilayani. Coba kalo ga ada yang ngelayani? Apa nggak susah dia?" Kamu mengajaknya duduk di undakan yang menyambung langsung ke beningnya air laut. "Ini yang kita masih sering salah," katamu. "Apa? Menempatkan diri." "Maksudnya." "Dia membutuhkan pelayanan kita lantas kita meras...

Namimah

Gambar
"Kemarin aku mendengar mereka membicarakanmu," kata seorang perempuan. Kedua tangannya sibuk memotong pizza yang ada di atas piring. "Biarkan," jawab kawannya dengan tenang. "Kau tak ingin dengar apa yang mereka bicarakan tentangmu?" Kawannya menggeleng. "Mereka menjelek-jelekkan dirimu, tahu?" "Biarkan," jawab kawannya. Masih saja tenang. "Sudah, jangan kau ceritakan lagi tentang mereka." "Mengapa tidak? Ini fakta yang kusampaikan. Aku tak memfitnah." "Betul kau tak memfitnah. Betul kau katakan fakta. Kau mendengarnya sendiri. Tapi, jika apa yang akan kau ceritakan padaku itu akan membuatku membenci mereka, atau membuat perang di antara aku dan mereka, sebaiknya tak perlu kau ceritakan." "Ya tapi kan setidaknya kau tahu.Aku ini sahabatmu. Sudah seharusnya aku menjagamu. Hal-hal seperti ini, kau harus tahu." "Untuk apa? Tak akan ada gunanya untukku. Sedangkan untukmu......

Maaf

Gambar
"Udah, nggak usah nengok-nengok." "Beneran ngajak berantem tu orang. Habis mendahului dari kanan kok tiba-tiba langsung belok ke kiri. Nyelakain orang tau!" "Yang penting kan kita nggak papa. Udah." "Kamu tuh, jadi orang jangan terlalu baik kenapa, sih?" "Ya masak ga boleh jadi orang baik?" "Ya cuman kamu itu terlalu baik. Semua semua dimaafin. Orang udah ngefitnah kamu kayak waktu di kantor itu, separah itu, bisanya kamu maafin." "Kok jadi bahas masalah itu. Yang udah ya udahlah." "Ya ga bisa gitu dong. Dia tuh udah kebangetan. Kan dia tuh deket sama kamu. Apa-apa curhatnya ke kamu. Bisanya loh dia ngomongin kamu di mana-mana, ngejelek-jelekin kamu gitu. Terus, bisanya kamu ini maafin dia segampang itu?" "Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan orang lain, maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa." #20180214 Alla...