Jemu



neverissacred.wordpress.com




bibir itu,
yang biasa kau apus dengan gincu,
yang begitu fasih membicarakan agama, norma, etika
pun dusta dan nyeri dari kata-kata.

bibirmu itu,
jika kutiadakan saja, bolehkah?
aku jemu.


Ternate, 12 November 2014
10:34 PM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belum Adzan

Hidup dari Jendela Bus

Cuti Bersama