Entah ingin menulis apa.
Entah ke mana perginya kata-kata.
Atau mungkin.. Mungkin.. Bisa jadi.. Aku ini hanya lupa.
Aku lupa bagaimana caranya.
Ah entahlah.
Entah ingin menulis apa.
Ds Bembem, Gentan, Sukoharjo, Jawa Tengah (Dokumen Pribadi) "Udah waktunya buka belum, sih?" tanyamu. Dia mengecek penunjuk waktu di ponselnya. "Buka puasa jam berapa emangnya?" tanyanya. "Tujuh belas dua lapan sih di jadwal." "Udah buka berarti. Udah jam enam kurang dua puluh kok," katanya seraya meraih botol berisi air putih. "Eh, tunggu!" cegahmu. "Kenapa?" "Belum adzan." "Lah kan udah masuk waktunya. itu matahari juga sudah terbenam." "Tapi belum ada adzan magrib. Jadi belum bisa buka puasa." "Ya kali buka puasa harus nunggu adzan magrib." Dia meraih botol minumannya, membaca basmallah lalu meneguk isinya tiga tegukan. "Eh.. belum adzan." Kamu ngotot. Dia tak segera menanggapimu, masih membaca doa lalu kembali minum. "Waktu berbuka puasa adalah dengan tenggelamnya matahari. Kita disunnahkan untuk menyegerakan berbuka puasa begitu masuk w...
Saya ini bukan orang yang anti dengan kendaraan umum. Mengingat segi kepraktisan, keasyikan, dan kebebasan rute, saya lebih sering naik kendaraan pribadi (baca: motor). Saya lebih suka naik motor kemana-mana. Capek itu nomor dua, yang penting saya yang pegang kendali mau lewat mana. Tapi awal minggu kemarin saya akhirnya menggunakan fasilitas kendaraan umum juga sewaktu ke Jogja karena di rumah sedang tidak ada motor yang bisa saya culik. Setelah sekian tahun tidak pernah naik bus, saya lupa jika ternyata naik bus bisa begitu nyaman dan santai. Saya juga lupa betapa ramainya bus umum oleh suara penjual koran, buku, makanan dan minuman, barang-barang laon yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu, dan tentunya pengamen. Di atas itu semua, saya baru menyadari bahwa ketika saya naik bus, saya bisa menikmati pemandangan yang luar biasa bermacam melalui jendela bus yang lumayan lebar, termasuk memandangi langit yang siang itu cerah. Saya ini bukan orang yang mudah memb...
http://brcouncil.com/jobs/ "Sibuk kamu?" tanya seorang perempuan. "Nggak terlalu. Tinggal ngeprin ini aja. Kenapa?" jawab laki-laki yang duduk di belakang meja, yang baru saja didatangi. Dia memandangi kursi kosong yang ada di depan mejanya, yang ada di sisi perempuan itu, memberinya tanda untuk duduk. "Kesel. Permohonan cutiku ditolak," keluh perempuan itu seperti biasa. "Duduk dulu." Perempuan itu menurut lalu menjatuhkan diri di kursi kosong yang ditunjukkan padanya. "Cuti apa?" "Kan aku ngajuin cuti tahunan. Kan cutiku belum kuambil sama sekali dua tahun ini. Mumpung ini di rumah ada acara juga, jadi aku mau cuti, mau pulang pas lebaran ini. Tapi ditolak. Ngeselin." "Kenapa emangnya?" "Soalnya katanya habis lebaran itu ada cuti bersama jadi nggak boleh ngambil cuti. Aneh-aneh aja. Emang ada gitu aturannya di PP 53?" Laki-laki itu tersenyum, sesaat membuka laci meja lalu mengelu...
Komentar