Postingan

Jangan Terlalu Idealis

Gambar
123rf.com “Jadi orang itu jangan terlalu idealis!” Beberapa minggu yang lalu saya pernah disemprot dengan kata-kata itu karena saya dianggap tidak melaksanakan tugas dan merugikan orang banyak. Waktu itu saya hanya tersenyum. Pada momen-momen seperti itu, saya memang lebih sering memilih untuk diam. Biarkan saja mereka mau bilang apa sepuasnya. Karena saya percaya nanti pasti akan ada momen yang tepat untuk mengemukakan mana yang benar dan mana yang salah. Bicara tentang idealis, jika dilihat dari definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sebenarnya saya bukan seorang idealis. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, idealis didefinisikan sebagai pengikut aliran idealisme. Idealisme sendiri berasal dari kata ide yang artinya adalah dunia di dalam jiwa (Plato). Idealisme adalah aliran filsafat yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar yang dapat dicamkan dan dipahami. Tidak. Jika berdasarkan definisi tadi, saya bukanlah seorang idealis...

#HappyBlogging

#HappyBlogging. Menghabiskan waktu beberapa hari berjalan-jalan di blog teman dan membaca hashtag itu dalam twit-twitnya membuat saya akhirnya tergoda untuk kembali mengintip blog lama saya yang sudah benar-benar lama sekali saya anggurkan. Semalam saya membaca-baca postingan lama saya. Saya tersenyum-senyum sendiri membaca postingan saya yang yah, mengingat umur psikologis saya waktu itu, masih polos sekali. Tapi sepertinya saya tidak berencana menghapus postingan lama. Biar sajalah menjadi pengingat perkembangan. :D Dan momen itu, sewaktu saya membuka-buka postingan lama saya itu, saya tersadar. Ternyata saya merindukan dunia ini. Saya kangen menumpahkan segala macam beban di pikiran saya ke dalam tulisan. Jadi pagi ini, saya memutuskan saya akan kembali. Ya, saya akan kembali. Semoga yang sekarang ini saya lebih istiqomah. #HappyBlogging, Na.

A (Late) Happy New Year

Hola!! Apa kabar semua. Lama banget ga bikin postingan yak? Hehehe... Ini juga bikin postingan gara-gara liat tetangga sebelah lagi bikin blog. jadi inget blog ku sayang ini... Postingan ini ga panjang2 kok. Cuman mau ngucapin selamat Tahun Baru 2012, selamat Tahun Baru 1433H, dan Selamat Tahun Baru Cina.. Naga Air loh taun ini *penting?* Walaupun terlambat (sekali), aku tetep mau mengucapkan selamat! semoga tahun yang baru membawa lebih banyak cinta, rejeki, kesuksesan, kasih sayang, perdamaian, dan kedewasaan. Okey.. see y'all. :)

Manusia-Manusia Menyebalkan

Halo semuanya.. Apa kabar? Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin amin ya Robbal Alamin. Ini sudah hampir masuk bulan ke tiga sejak aku hijrah ke Ternate, sebuah pulau di bagian timur Indonesia, demi mencari sesuap nasi dan membuktikan kalo aku bisa kok hidup mandiri, nggak tergantung sama ortu. Yah, walopun masih sering mimpi pulang sampe nangis-nangis. Hahaha... Ssst... jangan bilang sapa-sapa yak? Moga-moga semuanya aman terkendali, deh. Apapun yang udah dipilih kan harus dijalani, entah itu nyenengin atau nyebelin. Coz I believe that I didn’t come this far just to quit. Nah, ngomong-ngomong soal nyebelin, akhir-akhir ini aku nemuin banyak banget manusia yang nyebelin. Sebenernya sih manusia-manusia macam ini ada di mana-mana, sejak di Solo pun juga ada. Cuma, secara waktu itu support system-ku masih bagus banget, jadi aku nggak terlalu ambil pusing. Tapi sekarang, waktu nggak ada siapa-siapa buat melarikan diri, aku ngerasain banget betapa nyebelinnya orang-or...

Perbincangan di Sebuah Kedai Kopi

Wajahnya nampak sudah bosan. Kedua tangannya bersedekap di dada. Kedua matanya yang merah nampak berusaha mencari pusat perhatian yang mungkin bisa menghapus rasa bosannya. “Apa nggak apa-apa, Mas Han. Nanti kalo istri Mas Han tahu bagaimana?” tanya si Perempuan, nampak ragu-ragu duduk di sisi si Laki-Laki. “Nggak apa-apa, Dik. Dia nggak akan tahu. Kita kan berada ribuan kilo dari dia. Mas sengaja mengatur pertemuan dengan klien di kota ini supaya kita bisa berduaan lebih lama dan lebih bebas,” jawab si Laki-Laki. Sebelah tangannya menarik tangan si Perempuan, memintanya agar mendekat. Pemilik sepasang mata merah yang semenjak tadi berdiri di pojokan kamar hotel itu mendesah pelan, berusaha mengeluarkan kebosanan dari dalam tubuh dan pikirannya. Dia sudah tahu apa yang akan terjadi setelah ini. “Aku pergi sajalah,” gumamnya sebelum kemudian menghilang. *** “Mencari seseorang?” tanya seorang perempuan sewaktu si Mata Merah muncul di sebuah kedai kopi. Si Mata Merah lumayan terkejut juga...

Sempurna

Gambar
www.glavo.biz Haihai semua. Lama ta jumpa. *halah! Padahal emang males ngeblog*. Hehe.... Semalem pas lagi menyortir file di Leptiana (nama Leptop-ku >> ga penting yah?), aku nemuin draft postingan yang tenyata aku buat sekitar bulan Juli 2010 waktu aku habis tubrukan buat yang kesekian kalinya. Karena aku pikir ini cukup pantas untuk dibaca, jadi aku posting deh. Silakan dibaca... SEMPURNA Hi again. How are you all doing? Moga-moga semua baek-baek aja yah? *masih berharap ada yang baca* Hoahemm…. *ngulet-ngulet*. Enaknya liburan. Nggak ada kegiatan. Cuma berguling-guling kesana kemari. Untung bentuk tubuhku sudah disesuaikan dengan kebutuhan berguling-guling. Wekekeke.... ^,^. Ceritanya, saya habis nubruk lagi, sodara-sodara. Huhuhu… hasilnya adalah kaki kananku mulai dari paha sampai di atas mata kaki harus dibalut oleh benda keputihan (maksudnya, warnanya agak-agak putih, bukan penyakit kewanitaan) bernama gips selama 6 minggu terhitung sejak tanggal 28 Juni 20...

Semalam Suntuk

Malam sudah mulai larut saat Egi membanting pintu kamarnya dengan keras. Raut wajahnya mengatakan bahwa hatinya sedang tidak bahagia. Dia nampak bersungut-sungut. Cowok itu lantas menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur lumayan keras. “Menyebalkan!” katanya pelan. Lebih seperti menggumam. Kepala Egi lantas dipenuhi oleh rencana pembunuhan yang mungkin sebentar lagi akan dia lakukan. Rencana untuk membunuh musuh bebuyutannya di sekolah itu. Cowok menyebalkan yang tidak pernah bisa membuat satu hari saja menjadi hari yang menyenangkan untuknya. Egi bangun dari tempat tidur lantas duduk menghadap meja belajarnya lantas menyiapkan alat tulis dan siap menulis rencananya. Jam di dinding menunjukkan pukul sebelas lebih lima puluh menit, hampir tengah malam saat Egi mulai menulis. “Bagaimana kalo aku membunuhnya dengan pisau?” gumam cowok itu sambil tersenyum. Dia lantas menulis: - Mengasah pisau sampai menjadi sangat tajam. - Mengendap-endap ke rumahnya. - Masuk ke dalam kamarnya. - Menghuj...