Postingan

Sofifi; Ibukota Provinsi, Sebuah Kota Mati

Gambar
Saya akhirnya sampai di ibu kota provinsi. Ya, setelah hampir empat tahun tinggal di Maluku Utara, saya akhirnya sampai juga di ibu kota provinsi, Sofifi.   Hari Sabtu kemarin saya dan Riyadi, seorang teman dari Ternate, menghabiskan waktu kami seharian di kota itu, bertamu pada Numi, teman SMA saya yang baru saja pindah tugas ke sana. menyambut matahari di Bastiong Perjalanan kami dimulai dengan menyambut matahari di pelabuhan Bastiong. Pukul enam pagi, sewaktu matahari belum muncul, saya sudah berada di pelabuhan kapal ferry dan membeli tiket. Lalu, sambil menunggu Riyadi, saya menyambut matahari yang mulai terbit. Pagi itu, di waktu masih sepagi itu, Bastiong sudah ramai. Sudah ada banyak kendaraan yang mengantri untuk bisa menyeberang ke Sofifi. Meninggalkan Gamalama :) Kapal yang   kami tumpangi baru benar-benar berangkat sekitar pukul setengah tujuh, sewaktu hari mulai terang.   Saya, yang memang jarang bepergian lewat laut, awalnya memilih a...

Monyet!

Gambar
www.fanpop.com “Na, Masmu tahu tentang obsesimu sama monyet?” Pertanyaan seorang teman hari itu hanya saya jawab dengan tawa kecil. Sore itu saya sedang ngemall dengannya, dan seperti biasa setiap melihat boneka monyet, saya heboh. Lalu terlontarlah pertanyaan itu. Hmm.. sore itu saya baru ingat bahwa sampai saat ini, saya memang belum pernah mengatakan apa-apa tentang (kalo boleh meminjam istilah teman saya itu) “obsesi” saya pada monyet. Monyet. Pertama kali saya jatuh cinta pada monyet adalah ketika membuka kado ulang tahun dari kakak saya waktu saya kelas lima SD. Di dalam kotak yang tidak terlalu besar itu teronggok sebuah boneka monyet dengan wajah yang imut sekali, tatapannya seperti ingin dipeluk, dan badan yang sangat tipis. Boneka itu saya beri nama Momo, akronim dari MOnyet MOnyong. Dan sejak saat itu, entah bagaimana, saya selalu tidak bisa melepaskan diri dari jerat pesona monyet. Saya terjerat pesona monyet. Setelah Momo, boneka yang saya beli sen...

Romantis Itu Seperti Ini

Gambar
“Iiiih.. romantis banget sih cowok ituuuu.” Saya hanya tersenyum sewaktu mendengar komentar dari beberapa ABG yang duduk di meja belakang saya. Sore itu saya sedang menikmati makan siang di sebuah warung ayam bakar sambil menikmati sebuah acara di televisi. “Iyaaa.. Aku juga mau dikasih kembang sama cokelat kayak gitu pas valentine. Romantis!” komentar temannya. Lagi-lagi saya tersenyum, masih sambil berusaha menghabiskan makan siang saya. Romantis. Bunga, cokelat, barang, materi. Ternyata masih belum berubah hingga sekarang. Ternyata semuanya masih saja dianggap romantis oleh beberapa orang. Tapi, ternyata bagi saya, romantis itu tetap saja bukan seperti itu. Romantis adalah ketika orang yang kita cintai selalu ada untuk kita. Bukan tentang fisik, bukan tentang selalu berada di sisinya atau kemana-mana berdua atau selalu bertukar pesan setiap saat. Tapi tentang bagaimana kita selalu siap membantunya ketika dibutuhkan, ketika kita siap menjadi telinga untuk me...

Kata Orang, Saya itu....

Kemarin pagi, seorang teman mengomentari status di BBM saya dengan, “Wanita dengan ego tinggi kayak kamu, susah sih menjalankannya. Tapi aku yakin kamu bisa”. Gara-gara komentar itu, saya jadi ingin menuliskan beberapa pendapat orang tentang saya. Beberapa pendapat yang akan saya tuliskan di bawah ini sifatnya adalah ‘seingat saya’, maksudnya adalah bahwa saya mungkin tidak bisa mengutip secara detail, tetapi hanya garis besarnya saja sesuai ingatan saya. Oke, mari kita mulai. Kata orang, saya itu: 1.     Pedes Saya pernah membahas ini di postingan lama saya dengan judul yang sama, “ pedes! ”. Sebenarnya, saya ini bukannya pedes. Saya ini kadang-kadang hanya terlalu jujur. Seringnya, saringan kata saya tidak bekerja dengan maksimal sehingga apa yang keluar dari mulut saya itu adalah apa yang ada di kepala saya.   2.     Galak Kata sepupu saya yang juga adalah sahabat terdekat dan kadang menjadi musuh terbesar saya, saya ini manus...

Tentang Rindu

Gambar
Sewaktu sedang pusing dengan silabus mata kuliah biokimia yang harus saya selesaikan hari itu, tiba-tiba telinga saya menangkap suara lirih dari meja sebelah saya. “Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya menahan rasa ingin jumpa... Percayalah padaku, ku rindu kamu.. Ku akan pulang melepas semua kerinduan yang terpendam..” Kak Anti, teman sekantor saya yang setahu saya jaraaaang sekali bernyanyi, siang itu tiba-tiba menyanyikan lagu itu pelan. Pekerjaan saya langsung terhenti di situ. Tanpa bisa dicegah, saya menoleh pada perempuan yang usianya hanya terpaut setahun di atas saya itu. Dan masih tanpa bisa dicegah, saya tiba-tiba tersenyum sendiri. Mendengar Kak Anti menyayikan lagu itu, saya seperti mendapat jawaban. Hari itu saya memang sedang rindu-rindunya pada seseorang. Rindu. Sebuah kata sifat yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu. Ada pula merindu yang berarti menanggung rindu. Tapi bagi...